Untitled design-5

Sukoharjo, Titik Pertama Weekend Pop Tour 2025

Weekend Pop Tour kembali diadakan untuk menyambut Cherrypop Festival 2025 yang digelar di Yogyakarta, Agustus mendatang. Sebagai pemanasan Sukoharjo didapuk sebagai tuan rumah rangkaian pertama WPT 2025, Sabtu 28 Juni bertempat di Danjo Coffee. Sederet talenta lokal menjadi penampil yaitu; Sathar Sonaar, Dirty Money Syndicate, Breez, Autumn Hopes, dan The Suse.

The Suse ialah proyek bersenang-senang lewat musik dengan skill yang biasa aja. Memainkan hc/punk namun mereka mengaku gagal sejak tahun 2015, band dari perbatasan kabupaten Sukoharjo – Klaten ini mencoba bersembunyi dalam tagline “F*ck skill, we’re just play and free.”

The Suse didukung penuh oleh Jampeace (Vokal), Muhsin (Guitar), Aronna (Drum), A. Dian (Bass, vocal) dan saat ini dibantu teman-teman di kolektif.

Sementara Breez, band yang dibentuk 2024 di Sukoharjo ini beranggotakan Celi (Vokal), Dika (Guitar), Arga (Lead/Guitar), Rafli (Bass) dan Titah (Drum). Kehadiran mereka mencoba mewarnai skena musik di Sukoharjo dengan memainkan dreampop.

Penampil lainnya adalah Sathar Sonaar, band yang dibentuk di Sukoharjo sejak 2023 lalu. Sathar Sonaar diprakarsai oleh Kukuh (vokal/ gitar), dan Arga di drum. Saat ini personel lengkap mereka ditambah, Ekik (gitar) dan Irham (bass). Di awal perjalananya band ini telah sepakat untuk mengusung stoner rock/psychedelic/doom/progressive rock.  

Dirty Money Syndicate terbentuk di Wonogiri pada pertengahan 2022. Datang dari perbedaan selera dan gaya bermusik, mereka sepakat memainkan musik Alt/Fuzz Rock dengan tambahan dari referensi masing-masing. Saat ini Dirty Money Syndicate dimotori oleh Isabel Cody (guitar/vocal) & Nico Ferdian (drums).

Masih ada Autumn Hopes, band asal Yogyakarta yang dibentuk 2023. Band ini mengusung musik alternatif dengan unsur mathrock, midwest emo, dan sentuhan postrock yang atmosferik. Digawangi oleh Willy Jaya Kusuma (Vokal, Gitar), Devin Putra Erlinda (Bass, Vokal), Minaldi Andoyo (Gitar), dan Fatah Maliki Sentausa (Drum).

Autumn hopes mencoba menciptakan karya yang menimbulkan ruang aman bagi pendengar yang sedang dalam masa pencarian, kehilangan dan pergulatan batin, melalui lirik yang jujur dan atmosfer musik yang suram namun menenangkan.

Proyek ini bukan hanya sekadar kelompok penyalur emosi melalui musik, tetapi juga ekspresi diri yang mentah dan refleksi emosi yang tidak tersampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui musik, Autumn Hopes mengajak pendengar untuk larut dalam kejujuran emosianal, tanpa terlihat lemah dan rapuh.

Weekend Pop Tour 2025 di Sukoharjo berkolaborasi dengan Leluasa, media alternatif lokal yang berdiri pada tahun 2017, berkonsentrasi pada kegiatan seni, budaya dan politik di Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya. Kolektif ini memiliki beberapa program seperti: pengarsipan musik, program diskusi Ngobrol Leluasa, Nonton Bareng, Dengar, dsb. Arsip kegiatan leluasa bisa diakses melalui www.leluasaproject.com

Weekend Pop Tour 2025 juga bertujuan untuk mengapresiasi sekaligus merawat jaringan pegiat-pegiat skena musik di daerah. Selain itu, objektif program ini juga dapat menjadi medium untuk band-band independen dikenal oleh audiens yang lebih besar. (*)

Foto oleh Rohmad Dwi N

Baca juga

Artikel Rekomendasi

Website Dalam Tahap Pengembangan

Pengalamanmu menjelajahi website Cherrypop mungkin belum sempurna, karena saat ini lagi proses pengembangan konten.